perekonomian indonesia

Perekonomian Indonesia

Sistem Ekonomi Indonesia – Sistem Ekonomi Pancasila

Sistem Ekonomi Indonesia adalah seluruh lembaga- lembaga ekonomi yang di pergunakan dalm mengolah dan meningkatakan segala sumber day yang ada untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan yaitu mencvapai masyarakat adil dan  makmur,

v  Berikut ciri- ciri Sistem Ekonomi Pancasila :

 

  1. Perusahan dominan koperasi bersama dengan perusahaan – perusahaan Negara dan perusahaan swasta. Semua bentuk badn usaha didasrkan pada asas kekeluargaan dan prinsip harmoni dan bukan pada asas kepentinagan pribadi dan prindip kepentingan
  2. Memandang manusia secara utuh. Manusia bukan semata – mata homooikonomikus tetapi juga social man and religious man, dan sifat manusia terakhir ini dapat di kembangkan setaraf dengan sifat yang pertama sebagai motor penggerakkegiatan duniawi ekonomi.
  3. Adanya kehendak social yang kuat ke arah egalitarian atau kemerataanb sosial
  4. Prioritas utam aterhadap terciptanya suatu perekonomian nasional yang tangguh. Konsep perekomian nasional berfuni sebagai pupuk ketahanan nasional untuk mencapai suatu perekomoian yng mandiri , tngguh, dan terhormat di arena intenasional yang di dasarkan atas solodaritas.

 

 

 

 

 

 

 

 

v  Ciri positif demokrasi ekonomi :

  1. Perekonomian di susun sebagai usaha bersam atas azas kekeluargaan.
  2. Cabang- cabang produiksi yang penting bagi Negara dan menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai  oleh Negara.
  3. Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuadia oleh Negara dan di pergunakn sebear – besarnya untuk kemakmuran rakyat.
  4. Sumber – sumber kekayan dan keuangan Negara di pergunakan dengan pemufakatan Lembaga- lembaga Perwakilan Rakyat. Serta pengawasan  terhadap kebijaksanaan ny ada pula pada Lembaga- lembaga Perwakilan Rakyat pula.
  5. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  6. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya  tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  7. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara diperkembangkan sepenuhnya dalam batas yang tidak merugikan kepentingan umum.
  8. Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

 

v  Sedang 3 ciri negatif yang harus dihindari adalah;

1.   Sistem free fight liberalism

2.   Sistem etatisme.

3.  Pemusatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang

merugikan masyarakat.

 

 

 

 

 

Daftar pustaka :

Drs. Soetrisno P.H, 1992, Kapita selekta ekonomi Indonesia, yogyakarta, andi offset Yogyakarta.

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s