situasi kampus

kampus 2009

009, meski dimulai dengan ’sesuatu’ yang bisa dibilang tidak menyenangkan, tapi karena ’sesuatu’ itulah aku bisa sebaik sekarang ini *halah. ya setidaknya gak buruk.

Januari,…aku akan selalu ingat januari 2009. seperti biasa, setelah selesai UAS sem3 di awal januari..sisa dari bulan pertama itu dilewatkan dengan deg-degan mengenai hasil UASnya. Beberapa nilai yang keluar memang tidak seindah biasanya, tapi aku sudah menduganya karena sem3 ku diisi dengan ke-hamsyong-an tiada arah. Aku sendiri juga ga tau kenapa, tapi kata mamaku, itu karena aku menganggap remeh sem3. berhubung IP di sem1 dan sem2 ga jelek, jadi aku terkesan ngegampangin kuliah. Tapi ketidakindahan nilaiku benar-benar berujung jelek. Untuk mata kuliah yang nilainya paling akhir keluar, aku dapat D alias ga lulus!

waw, selamat dina, kau mendapatkan nilai D pertamamu nak!

Sebenarnya tak masalah bagiku, karena memang segitulah kemampuanku. Tapi aku tak bisa membayangkan raut wajah kecewa kedua orangtuaku saat menerima KHS yang dikirimkan ke rumah, dan mengetahui bahwa anaknya yang sudah dibiayai kuliah jauh-jauh mendapat nilai D. Itu tak adil bagi mereka, sangat.

nangis? ……………….iya

nangis di depan umum?………………..iya juga

konfirmasi ke dosen yang bersangkutan?………………….segera setelah aku tau aku ga lulus

kecewa tiada arah karena ternyata benar nilai yg layak buatku adalah D?……….pasti

menyerah dan pasrah?? …………tentu tidak!!

Dengan segala daya upaya, meski harus berhujan-hujan di pagi buta akhirnya nilai D itu tak jadi menghancurkan kedua orangtuaku. Tentunya perjuangan yang diakhiri dengan ketulusan hati pak dosen yang aku tau dia pasti tak ingin aku sebut namanya (karena mungkin bisa menghancurkan kredibilitasnya sebagai dosen killer) yang mau membantu seorang mahasiswi sepertiku. Tak perlu dijelaskan secara rinci, intinya aku berhasil mengubah D ku menjadi C. setidaknya aku lulus. Dan aku berjanji pada diri sendiri tidak akan mengulang matakuliah tersebut, biarlah satu-satunya nilai C di transkripku (hingga kini) itu menjadi pelajaran yang tak akan kulupakan. Namun, nilai C plusplus-ku itu tak lantas membuat sem3 ku berakhir indah.. aku suka senyum-senyum sendiri jika mengingat percakapanku dengan seorang teman:

Teman: IP mu sem3 ini berapa din?

 

Teman: iyaaa,, IP sem3..berapaaa??

Dina: 3..IP ku sem3 TIGA..(sebenarnya 3, 014..tapi aku lebih suka menyebutnya 3)

Teman: hah???

Ekspresi yang wajar karena memang IP ku sem1 dan sem2 diatas 3,5 (tanpa bermaksud sombong yaa). Aku turun 0,6 di sem3, dan sem3 berhasil mengambil predikat cumlaude dari IPK ku waktu itu, dan aku harus menanggungnya sampai sekarang. IPK ku tidak cumlaude.

 

 

refernsi

1. http://blog.beswandjarum.com/dinayulia/2010/02/21/

2. http://myandromeda.multiply.com/journal?&page_start=120

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s